Pages

About Me

Chat Box

Senin, 29 April 2013

Bukan Seandainya Dia Tau


Pernah gak sih kamu sebelum tidur, mandangin langit-langit kamar. Tapi kali ini bukan sambil senyum-senyum sendiri, tapi sambil menatap nanar dan menerawangbmembayangin semua kejadian demi kejadian yang kamu lewatin bareng dia. Iya, dia yang paling berharga buat kamu. Tapi ternyata, kamu gak seberharga itu buat dia. Rasanya pasti kamu pengen teriak biar dia sadar, biar dia mikir. Tapi gak bisa.

Yang bisa kamu lakukan cuma nunggu. Nunggu dia peka, nunggu dia sadar. Lalu timbul pertanyaan besar dan terus berputar di benak kamu sekarang.



Dia gak peka atau gak peduli?

Dia gak punya otak atau gak punya hati?

Kamu gak pernah berharap dia salah satu dari itu.

Tapi kenyataannya, dia bisa aja keduanya. Gak peka dan gak peduli.

Gak kerasa, air mata menetes.




Kamu masih menerawang ke langit-langit kamar. Mungkin sambil berharap keajaiban datang. Gak apa keajaiban itu gak enghampiri kamu, tapi minimal bisa menghampiri dia, supaya dia sadar, betapa besar cinta kamu ke dia.

Tapi, sayangnya kamu yang tersakiti sampai segitunya.

Kamu bisa apa?
Kamu tetep gak bisa kemana-mana kan?
Cinta itu gak bisa kemana-mana lagi kan?

Keinginan move on selalu ada.
Tapi dia terlalu berharga kan?

Ah,
Seandainya dia tau cintamu sebegini besarnya.
Mungkin...

Entahlah,
Sebaiknya gak perlu berandai-andai.

Jadi, bukan seandainya dia tau, tapi dia harusnya tau..
separador

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers