Pages

About Me

Chat Box

Senin, 29 April 2013

S E P I

Ini gue copas dari salah satu instansi tumbrl orang
Numpang share ya kak Satkar hehe


Mari kita berbicara mengenai sepi dan kesepian. Pernahkah pada suatu hari kau menghubungi semua teman-temanmu cuma karena kau kesepian dan butuh teman bicara? Pernahkah kau merasa hampa dan kosong dan mencoba melepas kehampaan itu dengan pergi ke mal atau memutar musik sekencang-kencangnya, atau berteriak sekeras yang kau mampu, tapi gagal? Atau pernahkah, di suatu pagi kau bangun tidur seperti biasa, tapi merasa ada sesuatu yang hilang darimu, apakah itu teman, benda, atau pekerjaan?

Sepi itu sakit. Dan kesepian hanya bisa disembuhkan dengan sesuatu yg membuatmu sakit. Artinya, kau harus membunuh kesepian itu dari akar-akarnya. Kalau kau merasa sepi karena kehilangan seorang teman, artinya rasa sepi itu cuma bisa hilang setelah kau bersama temanmu. Seberapapun uang di dompetmu ketika kau kesepian dan butuh teman, maka uang itu pada saat itu tak berarti apa-apa. Karena yang kau butuhkan bukan uang, tapi kehadiran teman. Karena kau kesepian bukan karena uang, tapi karena teman.
Sepi tak berarti putus asa atau desperate. Sepi itu adalah perasaan kosong, perasaan tidak memiliki apa-apa, dan perasaan ketidakjelasan yg luar biasa. Kau bahkan tidak tahu apa yang hendak kau lakukan. Semua orang pasti pernah merasakan kesepian. Bedanya, ia mengungkapkan ke orang lain atau tidak. Misal, lewat Twitter atau Facebook, atau buku harian, atau curhat langsung ke orang lain.
Org kesepian itu sadar. Dia mencari escape atau jalan keluar. Ada yang melepas dirinya dari kesepian dengan membaca buku, mendengar radio, ke bioskop, melukis, tapi seringkali gagal hanya karena ia tak tahu mengapa ia merasakan kesepian itu. Tiap hari kita mendengar banyak orang yang berbicara tentang Avril Lavigne atau Taylor Swift, orang-orang yg berbicara tentang teknologi, dari A sampai Z, tapi tidak banyak orang yang berbicara mengenai kesepian.
Sepi karena tak dianggap. Orang yang seringkali tak dianggap penting dalam sbuah kelompok, akhirnya memilih untuk menyendiri. Ujung-ujungnya, dia jadi kesepian. Sering kita temui orang-orang yang dikucilkan hanya karena ia tak sepandai temannya atau tak selincah temannya yang lain, terutama dalam berkomunikasi dengan sesama.
Sepi karena cacat fisik. Banyak yang tidak sadar bahwa orang cacat seringkali dijauhi. Padahal kekurangan fisik tak bisa jadi alasan untuk hidup sendiri. Setiap orang butuh teman hidup, apalagi orang-orang yang cacat yang sadar akan kelemahannya. Tapi orang zaman sekarang terlalu malu untuk bergaul dengan temannya yang punya kelainan fisik.
Sepi karena perbedaan status sosial. Ini terjadi dimana-mana. Dari SD sampai universitas, sampe tempat kerja, sampe di kampung-kampung, bisa ditemukan. Yang kaya hanya mau bersama yang kaya dan tidak membuka ruang untuk yang miskin.
Menurut saya, sepi itu bisa diredam kalau kita masuk dalam kelompok yang anggotanya punya latar belakang berbeda-beda. Disana kita bisa berbagi mengenai apa saja. Organisasi misalnya, mengajarkan kita untuk hidup bersama, saling menerima, mengisi kekosongan masing-masing, dan tidak pernah merendahkan golongan manapun. Pada akhirnya, ketika solusi sudah dijalankan, maka kembalilah ke Tuhan. Tuhan yang paling pengertian dan tahu jln keluar untuk kesepian kita.
Sepi itu banyak penyebabnya.
Sepi karena gaya hidup modern. Kadang anak-anak yg main layangan dgn teman-temannya di luar rumah, lebih bahagia dibandingkan anak-anak yang sendirian main PS dalam rumah. Modernisasi dan globalisasi telah memudahkan kita untuk hidup berpindah-pindah, yang membuat manusia menjadi lebih sering datang dan pergi pada kehidupan manusia lainnya.
separador

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers